Tag Archives: riset

Desain Antarmuka Aplikasi untuk Anak Autis (TaLNA)

Riset Talkers, Kamaruzaman, et al. melakukan penelitian dalam pengembangan desain antarmuka aplikasi untuk anak autis. Tapi, sebelum lebih jauh menjelaskannya, Riset Talkers tau ngak sih apa itu Autis?. Autisme adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas. Autisme merupakan gangguan perkembangan individu dan itu terjadi seumur hidup. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam penguasaan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas sehari-hari. Anak autis sering disebut sebagai “visual thinker” (Frauenberger et al., 2012). Sejumlah peneliti telah menemukan bahwa anak autis bereaksi lebih cepat melalui media visual daripada sensoris (Hayes et al.,2010;Mc Kone et al., 2010; Milley & Machalicek, 2012).

Metode digital mungkin tidak sepenuhnya menggantikan metode tradisional tapi dapat melengkapi metode eksisting dengan menyediakan kemudahan bagi pengguna. Dunia teknologi maju begitu pesat sehingga tidak hanya menjadi alat bantu yang diperlukan dalam kegiatan sehari-hari, namun penggunaannya dibuat lebih signifikan dengan membantu orang-orang dengan kebutuhan khusus.

Dalam melengkapi metode tradisional untuk mendukung proses pengajaran dan pembelajaran untuk anak autis, Kamaruzaman, et al. dalam penelitiannya memberikan rekomendasi penggunaan TaLNA (touchscreen-assistive learning numeracy apps). Aplikasi dibuat dalam “touchscreen mobile application”. Continue reading Desain Antarmuka Aplikasi untuk Anak Autis (TaLNA)

Tahukah kamu bahwa navigasi semut dilakukan dengan berjalan ke belakang?

Riset Talkers, Semua pasti sudah familiar the film yang berjudul A bug’s life karya Disney pada tahun 1998. Cerita tentang kehidupan serangga-serangga yang saling menolong dalam satu ekosistem. Seperti pada kisah-kisah kartun tentang serangga lainnya bahwa memiliki 4 kaki dan 2 tangan, benarkah itu?.

Secara umum, dalam keadaan normal, semut memiliki 6 kaki. Ketika berjalan, untuk 1 langkah semut menggukan 3  kakinya sekaligus. Sebagai contoh, semut melangkahkan 2 kaki kiri (bagian tengah dan belakang secara bersamaan dan 1 kaki kanan bagian depan, begitu pula sebaliknya.

Semut menapakkan 3 kaki nya sekaligus untuk satu kali melangkah (sesuai dengan tanda hijau)

Pada tahun 2016 lalu, suatu percobaan yang dilakukan oleh Sarah E. Pfeffer et al, yang berjudul How to find home backwards? Locomotion and inter-leg coordination during rearward walking of Cataglyphis fortis desert ants tentang  perilaku semut di gurun sahara terkait dengan cara semut membawa makan. Dalam riset tersebut, penulis menemukan bahwa semut membawa makanan cara menarik dan membelakangi arah tujuannya. Selain itu, semut-semut yang membawa makan dengan berjalan mundur, kemudian melangkahkan kakinya satu per satu ( tidak 3 kaki sekaligus seperti pada semut yang berjalan tanpa membawa beban). Penulis menduga bahwa hal ini dilakukan dengan maksud agar semut dapat menjaga keseimbangan saat membawa beban yang berat dan juga sebagai navigasi ke arah tujuan makanan tersebut akan dibawa.

Hasil dari riset ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dibidang robotik, sehingga dapat diciptakan robot yang stabil dan navigasi yang lebih akurat. Riset Talkers, Silakan lihat video penelitian tentang semut ini di tautan berikut: http://nyti.ms/2aFlddx

Referensi:

  1. http://www.nytimes.com/2016/07/25/science/desert-ants-navigation-backward.html?rref=collection%2Fcolumn%2Fsciencetake
  2. http://jeb.biologists.org/content/219/14/2110?ijkey=6ccb129414a42f50579071e056b21f5bf7e83634&keytype2=tf_ipsecsha
  3. http://jeb.biologists.org/content/219/14/2119?ijkey=46c1b69f7a7a3a68fe93f3d7183c6dfac6fa98d3&keytype2=tf_ipsecsha
  4. http://nyti.ms/2aFlddx  
  5. http://www.westchestermagazine.com/wm1210CARPENTER-ANT.jpg