Category Archives: Luar Negeri

Desain Antarmuka Aplikasi untuk Anak Autis (TaLNA)

Riset Talkers, Kamaruzaman, et al. melakukan penelitian dalam pengembangan desain antarmuka aplikasi untuk anak autis. Tapi, sebelum lebih jauh menjelaskannya, Riset Talkers tau ngak sih apa itu Autis?. Autisme adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas. Autisme merupakan gangguan perkembangan individu dan itu terjadi seumur hidup. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam penguasaan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas sehari-hari. Anak autis sering disebut sebagai “visual thinker” (Frauenberger et al., 2012). Sejumlah peneliti telah menemukan bahwa anak autis bereaksi lebih cepat melalui media visual daripada sensoris (Hayes et al.,2010;Mc Kone et al., 2010; Milley & Machalicek, 2012).

Metode digital mungkin tidak sepenuhnya menggantikan metode tradisional tapi dapat melengkapi metode eksisting dengan menyediakan kemudahan bagi pengguna. Dunia teknologi maju begitu pesat sehingga tidak hanya menjadi alat bantu yang diperlukan dalam kegiatan sehari-hari, namun penggunaannya dibuat lebih signifikan dengan membantu orang-orang dengan kebutuhan khusus.

Dalam melengkapi metode tradisional untuk mendukung proses pengajaran dan pembelajaran untuk anak autis, Kamaruzaman, et al. dalam penelitiannya memberikan rekomendasi penggunaan TaLNA (touchscreen-assistive learning numeracy apps). Aplikasi dibuat dalam “touchscreen mobile application”. Continue reading Desain Antarmuka Aplikasi untuk Anak Autis (TaLNA)

Pentingnya Ergonomi Dalam Bekerja, Waspada Musculoskeletal Disorders (MSDs)

Riset Talkers, pada dasarnya pekerjaan dibagi menjadi dua yaitu Pekerjaan fisik dan administrasi atau perkantoran. Seperti namanya, pekerjaan fisik lebih banyak melibatkan motorik, sedangkan pekerjaan kantoran lebih didominasi oleh kemampuan otak atau berfikir. Riset Talkers, jika dicermati pada pekerjaan lapangan seperti proyek pembangunan gedung, pembangunan jalan, pekerjaan pabrik, dan sebagainya, banyak dipasang baliho/ notice yang mencanangkan akan kewaspadaan terhadap keselamatan kerja. Kira-kira apa ya fungsinya?

Notice – Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Yap, keselamatan kerja atau yang dalam istilahnya disingkat K3 – Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek – merupakah hal yang sangat diperhatikan. Kenapa demikian? Continue reading Pentingnya Ergonomi Dalam Bekerja, Waspada Musculoskeletal Disorders (MSDs)

INFO: 4 minggu internship di KAUST Photonics Summer Camp 2017

Kaust Photonics Summer Camp
Kaust – Photonics Summer Camp

Kesempatan berharga bagi Riset Talkers yang tertarik di bidang photonics. Tapi sebelum penjelasan lebih lanjut tentang camp ini, apakah Riset Talkers sudah tau, apa yang dimaksud dengan bidang Photonics? Yuk kita bahas sedikit mengenai topik ini.

Photonic diambil dari bahasa yunani photo yang artinya cahaya atau light. Istilah yang mulai populer di tahun 1960an ini, digunakan untuk riset area yang bertujuan untuk menggunakan fungsi cahaya atau light dalam pengembangan elektronik seperti telekomunikasi, pemproses informasi dan lain sebagainya. Ruang lingkup hasil pengembangannya yang aplikatif seperti laser, laser diode, dan fiber optic.  Bagaimana? sudah ada bayangan apa yang dilakukan?

Kembali ke informasi KAUST Photonics Summer Camp 2017.  Camp ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli sampai dengan 10 Agustus 2017. Berikut area yang dicover dalam camp ini:

  • Semiconductors fundamentals for photonics
    • Advanced high temperature equipment for photonics devices
    • Highly absorptive nanostructure
    • Fundamental semiconductor studies
  • Optoelectronics science and technology
    • Deep-ultraviolet semiconductor laser
    • Novel optoelectronic device research
    • Semiconductor laser for energy efficient lighting
    • Novel high-performance nanowires LEDs and lasers
    • Solar-hydrogen generation using semiconductor nanostructures.
  • Emerging optics in complex materials
    • Advanced nanomaterials for structural colors
    • Unbreakable cryptography with fingerprints integrated optical chips
    • “Brain” inspired metamaterials for atomic scale displays
    • Nanostructures for energy harvesting and photocatalysis
    • Invisible nanolasers for on-chip ultrafast pulse generation
  • Photonics communication science and technology
    • Free space optical communication systems
    • Li-Fi systems & networks
    • Ultra-violet communication systems
    • Visible light communications
    • High bitrate underwater communications

KAUST akan menanggung seluruh biaya yang dikeluarkan plus akomodasi dan uang saku selama program. Oia, jangan takut jika Riset Talkers tidak bisa berbahasa arab, karena dalam program ini, segala aktivitasnya menggunakan Bahasa Inggris.

Program ini diperuntukkan untuk:

  1. Mahasiswa aktif tingkat Sarjana ataupun Master jurusan Elektro, Fisika, Material dan engineering.
  2. IPK minimal 3.40 skala 4.00
  3. Memiliki kemampuan berbahasa inggris aktif baik dalah berbicara ataupun menulis.

Ayo tunggu apa lagi? Segera daftarkan Riset Talkers dalam program ini lewat link di bawah ini:

KAUST – Photonics Summer Camp

Referensi:

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Photonics

 

Belajar dasar kecerdasan buatan dari Facebook Engineer

Ilustrasi Facebook dengan seluruh artificial Intelligent yang ada dibelakangnya

Riset Talkers,  Siapa yang tidak kenal Facebook? Perusahaan raksasa yang didirikan oleh anak muda bernama Mark zuckerberg pada tahun 4 Febuari 2004 ini ternyata bukan hanya sekedar sosial media lho, tapi lebih dari itu. Perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 15 ribu orang ini, ternyata juga melakukan eksperimen-eksperimen kecerdasan buatan.

Continue reading Belajar dasar kecerdasan buatan dari Facebook Engineer

Penelitian di Jepang mengatakan bahwa Fingerprint dapat diduplikasi!

Photo fingerprint manusia

Riset Talkers, Teknologi informasi yang begitu cepat membuat berbagai macam kemudahan dalam kehidupan manusia, tidak terkecuali teknologi keamanan digital. Mulai dari absensi kantor, laptop, tablet, smartphone dan berbagai perangkat lainnya menggunakan sidik jari atau fingerprint. Alasan penggunaan teknologi ini cukup simpel yaitu keamanan. Banyak orang mengira fingerprint ini merupakan perangkat yang paling aman untuk menjaga privasi dan tidak bisa diduplikasi karena struktur jari manusia adalah unik. Namun pertanyaanya apakah fingerprint benar-benar aman?

Baru-baru ini, peneliti di Jepang yang tergabung dalam Japan’s National Institute of Informatics (NII)  menemukan bahwa fingerprint dapat diduplikasi. Kemajuan teknologi di bidang dibidang lensa/optik pada kamera digital yang melatar belakangi penelitian ini dilakukan.

Isao Echizen mengatakan bahwa percobaan yang dilakukan cukup mudah, para peneliti mengambil foto jari manusia dari jarak 3 meter dengan menggunakan kamera digital dan hasilnya fingerprint sudah tersedia. Echizen menambahkan bahwa data fingerprint dapat dibuat kembali dengan mudah dengan cara pengambilan gambar dengan pencahayaan yang kuat.

Teknologi terkini membuat fingerprint dapat dengan mudah diduplikasi. Terkait dengan hal tersebut NII juga membuat film transparan yang tebuat dari titanium oxide yang berfungsi sebagai pelindung fingerprint yang dipasangkan dijari sehingga fingerprint tidak mudah dicuri. Namun para peneliti mengatakan bahwa teknologi ini baru akan siap pada 2 tahun kedepan.

Referensi:  

  1. https://phys.org/news/2017-01-japan-fingerprint-theft-peace.html
  2. http://www.clipartkid.com

 

Riset mengatakan bahwa konsumsi cabai dapat meningkatkan probabilitas panjang umur

Cabai Merah Pedas(Hot Red Chili Peppers)

Riset Talkers, belakangan ini harga cabai meroket hingga diatas 100k rupiah per-kilo. Bisa jadi spekulan cabai telah membaca riset tentang asosiasi konsumsi cabai dan kemungkinan kematian yang baru saja di publish awal Januari 2017.

Penelitian yang dilakukan oleh Mustafa Chofan dengan supervisor Professor Benjamin Littenberg dari university vermont college of medicine, USA dan diterbitkan pada Jurnal PLOS one, mencoba untuk menggali kaitan antara konsumsi cabai pedas merah – Hot Red Chili Papers dengan probabilitas kematian –Mortality pada seseorang.  Continue reading Riset mengatakan bahwa konsumsi cabai dapat meningkatkan probabilitas panjang umur

Pekerja keras pun butuh istirahat: Mari belajar dari perilaku semut sang pekerja keras

Ilustrasi Koloni Semut

Semut yang terkenal sebagai pekerja keras ternyata tak bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari per tahun. Seperti manusia, semut ternyata juga membutuhkan work-life balance  untuk menjaga produktifitasnya.

Baru-baru ini, sebuah riset yang dilakukan oleh peneliti dari Missouri University of Science and Technology  berkesimpulan bahwa semut yang terkenal sebagai workaholics juga memiliki keseimbangan antara bekerja dan kehidupan sosial. Dalam sebuah artikel yang berjudul S&T researchers suggest ants need work-life balance to survive menjelaskan sebuah penelitian terkait dengan keseimbangan kerja dan kehidupan sosial dalam koloni semut.

Para peneliti ini menemukan bahwa ketika sebagian semut sedang bekerja mengumpulkan makanan, terdapat sebagian semut beristirahat untuk menjaga makanan, tenaga, dan sumber daya untuk koloni-nya. Menariknya, semakin besar anggota disebuah koloni, maka semakin penting keseimbangan antara bekerja dan istirahat untuk meningkatkan produktifitas.

Berdasarkan penelitian tersebut, ditemukan bahwa didalam koloni yang bermula 30-an anggota, maka terdapat 60% dari semut pekerja yang beristirahat. Sedangkan untuk koloni yang lebih besar, yaitu koloni yang mencapai 300-an anggota, maka jumlah pekerja yang beristirahat pun meningkat, yaitu 80% dari total anggota.

Dalam penelitian tersebut menemukan, dalam koloni yang besar, anggotanya cenderung ‘pekerja malas’, mereka tidak banyak bekerja dan tidak mengkonsumsi banyak energi. Semua itu bukan tanpa alasan, tidak mengkonsumsi energi artinya semut-semut melakukan penghematan sumberdaya untuk koloninya dan hal inilah yang membuat koloni menjadi lebih produktif.

Riset Talkers, pengetahuan ini diharapkan bisa dijadikan insight yang bernilai bagi kehidupan sosial manusia agar dapat lebih produktif dan efektif dalam konsumsi sumber daya. Seperti koloni semut, manusia hidup berdampingan bersama didalam grup, berkolaborasi dalam kehidupan bermasyarakat. Bukan tidak mungkin, perilaku ini diterapkan dikehidupan sosial manusia untuk memaksimalkan kehidupan  dalam konteks efisiensi sumber daya.

Referensi:

  1. https://phys.org/
  2. http://news.mst.edu/2017/01/st-researchers-suggest-ants-need-work-life-balance-to-survive/
  3. https://flyingdutcman.files.wordpress.com

Tahukah kamu bahwa navigasi semut dilakukan dengan berjalan ke belakang?

Riset Talkers, Semua pasti sudah familiar the film yang berjudul A bug’s life karya Disney pada tahun 1998. Cerita tentang kehidupan serangga-serangga yang saling menolong dalam satu ekosistem. Seperti pada kisah-kisah kartun tentang serangga lainnya bahwa memiliki 4 kaki dan 2 tangan, benarkah itu?.

Secara umum, dalam keadaan normal, semut memiliki 6 kaki. Ketika berjalan, untuk 1 langkah semut menggukan 3  kakinya sekaligus. Sebagai contoh, semut melangkahkan 2 kaki kiri (bagian tengah dan belakang secara bersamaan dan 1 kaki kanan bagian depan, begitu pula sebaliknya.

Semut menapakkan 3 kaki nya sekaligus untuk satu kali melangkah (sesuai dengan tanda hijau)

Pada tahun 2016 lalu, suatu percobaan yang dilakukan oleh Sarah E. Pfeffer et al, yang berjudul How to find home backwards? Locomotion and inter-leg coordination during rearward walking of Cataglyphis fortis desert ants tentang  perilaku semut di gurun sahara terkait dengan cara semut membawa makan. Dalam riset tersebut, penulis menemukan bahwa semut membawa makanan cara menarik dan membelakangi arah tujuannya. Selain itu, semut-semut yang membawa makan dengan berjalan mundur, kemudian melangkahkan kakinya satu per satu ( tidak 3 kaki sekaligus seperti pada semut yang berjalan tanpa membawa beban). Penulis menduga bahwa hal ini dilakukan dengan maksud agar semut dapat menjaga keseimbangan saat membawa beban yang berat dan juga sebagai navigasi ke arah tujuan makanan tersebut akan dibawa.

Hasil dari riset ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dibidang robotik, sehingga dapat diciptakan robot yang stabil dan navigasi yang lebih akurat. Riset Talkers, Silakan lihat video penelitian tentang semut ini di tautan berikut: http://nyti.ms/2aFlddx

Referensi:

  1. http://www.nytimes.com/2016/07/25/science/desert-ants-navigation-backward.html?rref=collection%2Fcolumn%2Fsciencetake
  2. http://jeb.biologists.org/content/219/14/2110?ijkey=6ccb129414a42f50579071e056b21f5bf7e83634&keytype2=tf_ipsecsha
  3. http://jeb.biologists.org/content/219/14/2119?ijkey=46c1b69f7a7a3a68fe93f3d7183c6dfac6fa98d3&keytype2=tf_ipsecsha
  4. http://nyti.ms/2aFlddx  
  5. http://www.westchestermagazine.com/wm1210CARPENTER-ANT.jpg

 

 

Neuroscience: Sensor Motorik menggunakan perintah pikirian

Ian Burkhart menggunakan NeuroLife technology, yang dikembangkan di Ohio State University. Credit: Ohio State University

Riset Talkers, pada kesempatan kali ini kita akan membahas riset terbaru dari Ohio State University, Amerika Serikat pada bidang Neuroscience. Seorang bernama Bukhart berusia 24 tahun mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tangannya lumpuh pada tahun 2010. Hal ini mengakibatkan ia harus selalu meminta bantuan orang lain untuk melakukan hal hal kecil seperti mengambil minum, membuka tutup botol dan lain sebagainya.

Namun sekarang, berkat riset teknologi terbaru dari Battelle, salah satu lembaga riset non profit beserta Ohio State University, nampaknya akan ada angin segar bagi Bukhart. Teknologi ini mengaplikasikan kekuatan pikiran untuk menggerakkan sensor motorik. Continue reading Neuroscience: Sensor Motorik menggunakan perintah pikirian

Amerika Serikat: Kenapa Jumlah Kematian Tertinggi Terjadi pada saat Christmas dan New Year dibanding dengan tanggal lainnya? Berikut riset ilmiahnya.

 

Perayaan Tahun baru 2017 di Jakarta

Hallo Riset talkers, Happy new year! Sudah sangat lumrah bahwa masyarakat dunia merayakan hari pergantian tahun masehi, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. 1 Januari kemarin, dailymail menerbitkan informasi bahwa ternyata jumlah kematian pada perayaan natal dan tahun baru adalah yang paling tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun lainnya. Kok bisa ya? Mari kita bahas lebih dalam.

Informasi yang dikutip dari Jurnal Social Science and Medicine berjudul Christmas and New Year as risk factor of death mengatakan bahwa pada hari Natal dan tahun baru menempati peringkat tertinggi dibandingkan dengan tanggal lainnya dalam setahun. Riset yang dilakukan oleh David Phillips et al, mengambil sampel data dari penduduk Amerika Serikat dalam 25 tahun terakhir. Continue reading Amerika Serikat: Kenapa Jumlah Kematian Tertinggi Terjadi pada saat Christmas dan New Year dibanding dengan tanggal lainnya? Berikut riset ilmiahnya.