All posts by Agung Laksono

Author Image

About Agung Laksono

Agung Laksono adalah Researcher Remote Worker (RRW) di salah satu kampus di Indonesia dengan fokus di systems area. Selain itu Agung juga passionate di bidang programming, bisnis, dan berharap bisa traveling around the world.

INFO: 4 minggu internship di KAUST Photonics Summer Camp 2017

Kaust Photonics Summer Camp
Kaust – Photonics Summer Camp

Kesempatan berharga bagi Riset Talkers yang tertarik di bidang photonics. Tapi sebelum penjelasan lebih lanjut tentang camp ini, apakah Riset Talkers sudah tau, apa yang dimaksud dengan bidang Photonics? Yuk kita bahas sedikit mengenai topik ini.

Photonic diambil dari bahasa yunani photo yang artinya cahaya atau light. Istilah yang mulai populer di tahun 1960an ini, digunakan untuk riset area yang bertujuan untuk menggunakan fungsi cahaya atau light dalam pengembangan elektronik seperti telekomunikasi, pemproses informasi dan lain sebagainya. Ruang lingkup hasil pengembangannya yang aplikatif seperti laser, laser diode, dan fiber optic.  Bagaimana? sudah ada bayangan apa yang dilakukan?

Kembali ke informasi KAUST Photonics Summer Camp 2017.  Camp ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli sampai dengan 10 Agustus 2017. Berikut area yang dicover dalam camp ini:

  • Semiconductors fundamentals for photonics
    • Advanced high temperature equipment for photonics devices
    • Highly absorptive nanostructure
    • Fundamental semiconductor studies
  • Optoelectronics science and technology
    • Deep-ultraviolet semiconductor laser
    • Novel optoelectronic device research
    • Semiconductor laser for energy efficient lighting
    • Novel high-performance nanowires LEDs and lasers
    • Solar-hydrogen generation using semiconductor nanostructures.
  • Emerging optics in complex materials
    • Advanced nanomaterials for structural colors
    • Unbreakable cryptography with fingerprints integrated optical chips
    • “Brain” inspired metamaterials for atomic scale displays
    • Nanostructures for energy harvesting and photocatalysis
    • Invisible nanolasers for on-chip ultrafast pulse generation
  • Photonics communication science and technology
    • Free space optical communication systems
    • Li-Fi systems & networks
    • Ultra-violet communication systems
    • Visible light communications
    • High bitrate underwater communications

KAUST akan menanggung seluruh biaya yang dikeluarkan plus akomodasi dan uang saku selama program. Oia, jangan takut jika Riset Talkers tidak bisa berbahasa arab, karena dalam program ini, segala aktivitasnya menggunakan Bahasa Inggris.

Program ini diperuntukkan untuk:

  1. Mahasiswa aktif tingkat Sarjana ataupun Master jurusan Elektro, Fisika, Material dan engineering.
  2. IPK minimal 3.40 skala 4.00
  3. Memiliki kemampuan berbahasa inggris aktif baik dalah berbicara ataupun menulis.

Ayo tunggu apa lagi? Segera daftarkan Riset Talkers dalam program ini lewat link di bawah ini:

KAUST – Photonics Summer Camp

Referensi:

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Photonics

 

TOEFL TIPS: Melejitkan TOEFL iBT Score pada Writing Section

Bagaimana meningkatkan kemampuan Writing untuk TOEFL tes?

Riset Talkers, setelah sebelumnya kita membahas melejitkan TOEFL Score pada Reading, Listening, dan Speaking,  pada posting kali ini kita akan membahas skill writing.

Ada kata-kata bijak mengatakan:

orang yang bisa membaca belum tentu  bisa menulis, tapi orang yang bisa menulis sudah pasti bisa membaca. – Anonymous

Sekarang pertanyaanya adalah, seberapa terampilkah Riset Talkers dalam menulis dalam bahasa Inggris?. Kemampuan menulis tidak dapat datang secara tiba-tiba. Kemampuan menulis memerlukan jam terbang yang tinggi. Atau dengan kata lain, tidak ada jalan pintas untuk memiliki nilai yang bagus dalam menulis (Khususnya TOEFL), kecuali dengan mempraktikannya setiap hari.

Tips ini terlihat sangat simple dan sepele, namun sangat powerful jika Riset Talkers bisa mempraktekkannya secara konsisten. Maka sudah pasti kemampuan menulis dalam bahasa Inggris Riset Talkers anak meningkat. Tapi WAIT…  menulispun ngak asal tulis ya, tapi ada teknik nya lho. Berikut beberapa tips dari risettalk yang bisa Riset Talkers implementasikan saat akan menghadapai tes TOEFL, khususnya TOEFL iBT.

Tips yang pertama adalah Kenali Jenis Soal dan objektif dari soal. Seperti perkuliahan di kampus, setiap ujian memiliki kisi-kisi dan objektif dalam pelaksanaannya. Tidak mungkin ujian dilakukan tanpa ada tujuan pengujiannya. Begitu juga dengan tes TOEFL, semua soal yang di ujikan memiliki indikasi-indikasi objektif yang akan dinilai. Lebih dari sekedar objektifitas, soal-soal dites TOEFL juga telah dilakukan pengujian terlebih dahulu terhadap test taker sebelumnya., terutama untuk reading section dan listening section.

Riset Talkers,  TOEFL iBT Writing mengharuskan test taker bisa menjelaskan suatu gagasan atau ide secara kronologis dan terstruktur. Biasakan menulis dengan Pembuka, body dan penutup atau kesimpulan.

Riset Talkers, struktur penulisan ide sangat penting untuk bagian Independent Writing.  Berikut salah satu contoh pertanyaan dalam soal independent writing.

“Do you agree or disagree with the following statement?
Parents are the best teachers. Use specific reasons and examples to support your answer.”

Jika Riset Talkers perhatikan dengan seksama, pertanyaan tersebut tidak mengharapkan justifikasi benar atau salah, tapi lebih mengedepankan bagaimana test taker menyampaikan pendapat atau ide dalam bentuk tulisan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah penggunaan grammar dengan tepat dan akurat. Native Speaker tidak dapat memahami tulisan yang dibuat jika tidak menggunakan grammar dengan tepat. Karena bahasa Indonesia tidak membedakan kronologi waktu dapam suatu kalimat, maka inilah yang menjadi PR test taker dari Indonesia dan faktanya Grammar lah yang menjadi permasalah kebanyakan orang Indonesia dalam berlajar bahasa Inggris.

Biasakan menulis dalam bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari
Tips kedua adalah dengan biasa menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai hal, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, jika Riset Talkers suka menulis blog, maka mulailah dengan menggunakan bahasa Inggris dalam membuat posting. Atau jika Riset Talkers lebih suka menulis diary, tips tersebut diatas juga bisa diimplementasikan.

Jika Riset Talkers punya hobi menonton, riset talkers bisa memilih salah satu topik yang Riset Talkers di Ted Talks, atau . Kemudian setelah selesai menonton, coba review video dalam bentuk tulisan. Cara lain yang bisa dilakukan, yaitu dengan mendownload verbatim dari beberapa film di eslnotes, kemudian tonton videonya. Dengan kedua cara ini, Riset Talkers bisa mengasah kemampuan writing, sekaligus listening dan comprehension!. Menarik bukan!

Tips terakhir adalah dengan Mencari reviewer yang mengerti bahasa Inggris untuk memberikan feedback terhadap tulisan kita. Sifat dasar manusia adalah merasa apa yang dibuatnya adalah yang terbaik. Dengan adanya reviewer terhadap tulisan kita, bisa jadi kawan kita tersebut akan menukan kesalahan-kesalah yang kita tidak sadari sebelumnya. Atau reviewer juga dapat memberikan koreksi terhadap gramatikal, struktur penulisan dan lain sebagainya.

Kesulitan mencari reviewer? Riset Talkers bisa menggunakan layanan italki untuk mencari tutor yang diinginkan. Bahkan Riset Talkers bisa meminta review native speaker, hal ini tergantung dari kondisi dompet juga pastinya. Karena umumnya native speaker memasang harga yang lebih tinggi dari pada non-native speaker.

Sekian dulu tips untuk writing skill nya, sampai ketemu di tips selanjutnya.

 

Referensi:

  1. https://magoosh.com/toefl/2014/toefl-writing-topics/
  2. https://www.ets.org/Media/Tests/TOEFL/pdf/Writing_Rubrics.pdf
  3. http://www.eslnotes.com/synopses.html
  4. ted.com
  5. italki.com

TOEFL TIPS: Melejitkan TOEFL iBT Score pada Speaking Section

Bagaimana meningkatkan kemampuan Speaking untuk TOEFL tes?

Setelah minggu lalu kami sajikan bagaimana cara melejitkan TOEFL iBT Score pada Reading dan Listening Section, maka pada kesempatan kali ini risettalk akan berbagi tips bagaimana melejitkan TOEFL iBT score pada Speaking Section.

Kebanyakan orang berfikir Speaking Section adalah bagian yang tersulit dalam tes TOEFL iBT, karena tidak biasaan orang Indonesia pada umumnya berbahasa Inggris. Jangan Khawatir, setelah membaca posting ini sampai tuntas, diharapkan Riset Talkers sudah punya gambaran bagaimana cara berlatih TOEFL iBT Speaking.

Tips yang pertama adalah dengan mengenali objektif dari ke-6 tipe soal TOEFL Speaking. Berikut adalah gambaran tipe dari soal TOEFL Speaking yang diambil dari Building Skill for TOEFL iBT.

Dengan memahami setiap bagian dari pertanyaan-pertanyaan di speaking sesion di TOEFL iBT, maka Riset Talkers akan lebih siap menghadapi tes.

Tips yang kedua adalah memcoba menjawab pertanyaan-pertanyaan soal latihan TOEFL iBT, merekamnya dan mereviewnya. Gunakan ke 5 online resources untuk TOEFL iBT untuk mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang pernah digunakan didalam TOEFL iBT. Praktekan dengan menjawab pertanyaannya dan janga lupa untuk direkam. Awalnya akan terasa ackward tapi jangan menyerah! Lakukan terus dan ulangi sampai:
(1) Struktur kalimat yang keluar ketika berbicara sudah dalam struktur yang baik,
(2) Pace (Tingkat kecepatan berbicara) dan sounds natural (berbicara layaknya native speaker) ,
(3) Grammatikal sudah sesuai dengan konteks percakapan,
(4) Menjawab Pertanyaan.

Ini nyata, meskipun Riset Talkers jago grammar, sering kali saat mencoba untuk menjawab pertanyaan, seakan semua gramatikal hilang dan arah pembicaraan melebar dan bahkan tidak menjawab pertanyaan. Riset Talkers bisa menggunakan online-voice-recorder untuk merekam jawaban saat latihan soal TOEFL iBT speaking.

Practices make perfect! Jika Riset Talkers punya pertanyaan sekitar TOEFL iBT, bisa langsung di tanyakan di kolom komentar dibawah ya. Jangan lupa untuk lihat juga tips melejitkan TOEFL iBT score pada Writing Section di Jumat depan. Happy weekend!

Belajar dasar kecerdasan buatan dari Facebook Engineer

Ilustrasi Facebook dengan seluruh artificial Intelligent yang ada dibelakangnya

Riset Talkers,  Siapa yang tidak kenal Facebook? Perusahaan raksasa yang didirikan oleh anak muda bernama Mark zuckerberg pada tahun 4 Febuari 2004 ini ternyata bukan hanya sekedar sosial media lho, tapi lebih dari itu. Perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 15 ribu orang ini, ternyata juga melakukan eksperimen-eksperimen kecerdasan buatan.

Continue reading Belajar dasar kecerdasan buatan dari Facebook Engineer

TOEFL TIPS: Melejitkan TOEFL iBT Score pada Listening Section

Bagaimana meningkatkan kemampuan Listening untuk TOEFL tes?
Bagaimana meningkatkan kemampuan Listening untuk TOEFL tes?

Riset Talkers, setelah minggu lalu kita membahas tentang melejitkan TOEFL score pada Reading Section. Minggu ini kita akan membahas bagaimana menggali skill “Listening” TOEFL.

Seperti pada pembahasan minggu lalu, bahwa skill yang dibutuhkan untuk TOEFL bukan hanya sekedar kemampuan berbahasa Inggris. TOEFL dimaksudkan untuk mengetes kemampuan seseorang terhadap kemampuan bahasa Inggris dalam Akademik. Berikut beberapa tips untuk meningkatkan skill Listening TOEFL.

  1. Kartun Disney
    Tips pertama ini kelihatanya konyol, tapi sebenarnya bagian ini adalah yang paling mengasikkan. Riset Talkers mungkin masih ingat saat masa kecil dulu ada kartun yang berjudul Bugs Bunny, kelinci pintar nan konyol yang selalu usil dan diusilkan. Coba Riset Talkers tonton lagi kartun tersebut di youtube atau di dailymotion. Atau sebagai alternatif juga bisa the Simpsons and Friend di youtube atau di dailymotion. Selain belajar bahasa Inggris, Riset Talkers pun bisa mendapat hiburan plus mengenang masa kecil dulu.
  2. Vlogs
    Vlogs adalah suatu terminologi yang mengarah pada Video Blog. Vlogs merupakan salah satu video yang sangat terkenal di youtube. Umumnya, Vlogs berisikan kehidupan sehari-hari, opini dan/atau komentar dari pembuat video.
    Meskipun terlihat janggal bagi non-native English, nyatanya blog ini sangat populer dan diikuti oleh jutaan orang. Namun pastinya, dengan adanya Vlogs, kita bisa gunakan sebagai media listening kita sehari-hari.
    Selain sebagai bahan listening, kita juga bisa menggunakan Vlogs sebagai bahan pembelajaran budaya luar negeri, khususnya native english seperi US dan UK. Berikut adalah beberapa Vlogs channel yang cukup terkenal. Ada CommunityChannel, adan Amazing Phil yang memiliki hampir 4 juta follower di channelnya, Todrickhall, Niki and Gabi dan masih banyak lagi channel menarik lainnya.
  3. Informatif Podcast
    Mungkin sebagian dari Riset Talkers sudah familiar dengan istilah Podcast. Poscast  adalah digital audio yang tersedia/disediakan diinternet. Umumnya podcast terdiri dari beberapa seri pembahasan suatu topik tertentu. Mendengarkan podcast merupakan suatu tantangan tersendiri karena pembicaraan menggambarkan natural speaking bahasa Inggris seperti intonasi, kecepatan dan tempo bicara.
    Coba deh untuk mendengarkan podcast yang sesuai dengan hobi atau kesukaan Riset Talkers, pasti nanti akan merasakan benefit nya dikemudian hari.
    Berikut beberapa podcast yang sangat familiar dan terkenal dikalangan masyarakat dunia seperti: BBC Podcast, NPR’s Podcast, The Cracked Podcast. Riset Talkers bisa temukan sendiri podcast sesuai dengan hobi kalian masing-masing. Sebagai contoh, Podcast yang berhubungan dengan musik bisa dengan mengetikkan podcast music di google.

Sekian Tips dari Risettalk kali ini terkait dengan listening skill untuk TOEFL. Silakan tunggu tips berikutnya terkait dengan Speaking Skill. 🙂

Penelitian di Jepang mengatakan bahwa Fingerprint dapat diduplikasi!

Photo fingerprint manusia

Riset Talkers, Teknologi informasi yang begitu cepat membuat berbagai macam kemudahan dalam kehidupan manusia, tidak terkecuali teknologi keamanan digital. Mulai dari absensi kantor, laptop, tablet, smartphone dan berbagai perangkat lainnya menggunakan sidik jari atau fingerprint. Alasan penggunaan teknologi ini cukup simpel yaitu keamanan. Banyak orang mengira fingerprint ini merupakan perangkat yang paling aman untuk menjaga privasi dan tidak bisa diduplikasi karena struktur jari manusia adalah unik. Namun pertanyaanya apakah fingerprint benar-benar aman?

Baru-baru ini, peneliti di Jepang yang tergabung dalam Japan’s National Institute of Informatics (NII)  menemukan bahwa fingerprint dapat diduplikasi. Kemajuan teknologi di bidang dibidang lensa/optik pada kamera digital yang melatar belakangi penelitian ini dilakukan.

Isao Echizen mengatakan bahwa percobaan yang dilakukan cukup mudah, para peneliti mengambil foto jari manusia dari jarak 3 meter dengan menggunakan kamera digital dan hasilnya fingerprint sudah tersedia. Echizen menambahkan bahwa data fingerprint dapat dibuat kembali dengan mudah dengan cara pengambilan gambar dengan pencahayaan yang kuat.

Teknologi terkini membuat fingerprint dapat dengan mudah diduplikasi. Terkait dengan hal tersebut NII juga membuat film transparan yang tebuat dari titanium oxide yang berfungsi sebagai pelindung fingerprint yang dipasangkan dijari sehingga fingerprint tidak mudah dicuri. Namun para peneliti mengatakan bahwa teknologi ini baru akan siap pada 2 tahun kedepan.

Referensi:  

  1. https://phys.org/news/2017-01-japan-fingerprint-theft-peace.html
  2. http://www.clipartkid.com

 

Riset mengatakan bahwa konsumsi cabai dapat meningkatkan probabilitas panjang umur

Cabai Merah Pedas(Hot Red Chili Peppers)

Riset Talkers, belakangan ini harga cabai meroket hingga diatas 100k rupiah per-kilo. Bisa jadi spekulan cabai telah membaca riset tentang asosiasi konsumsi cabai dan kemungkinan kematian yang baru saja di publish awal Januari 2017.

Penelitian yang dilakukan oleh Mustafa Chofan dengan supervisor Professor Benjamin Littenberg dari university vermont college of medicine, USA dan diterbitkan pada Jurnal PLOS one, mencoba untuk menggali kaitan antara konsumsi cabai pedas merah – Hot Red Chili Papers dengan probabilitas kematian –Mortality pada seseorang.  Continue reading Riset mengatakan bahwa konsumsi cabai dapat meningkatkan probabilitas panjang umur

Pekerja keras pun butuh istirahat: Mari belajar dari perilaku semut sang pekerja keras

Ilustrasi Koloni Semut

Semut yang terkenal sebagai pekerja keras ternyata tak bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari per tahun. Seperti manusia, semut ternyata juga membutuhkan work-life balance  untuk menjaga produktifitasnya.

Baru-baru ini, sebuah riset yang dilakukan oleh peneliti dari Missouri University of Science and Technology  berkesimpulan bahwa semut yang terkenal sebagai workaholics juga memiliki keseimbangan antara bekerja dan kehidupan sosial. Dalam sebuah artikel yang berjudul S&T researchers suggest ants need work-life balance to survive menjelaskan sebuah penelitian terkait dengan keseimbangan kerja dan kehidupan sosial dalam koloni semut.

Para peneliti ini menemukan bahwa ketika sebagian semut sedang bekerja mengumpulkan makanan, terdapat sebagian semut beristirahat untuk menjaga makanan, tenaga, dan sumber daya untuk koloni-nya. Menariknya, semakin besar anggota disebuah koloni, maka semakin penting keseimbangan antara bekerja dan istirahat untuk meningkatkan produktifitas.

Berdasarkan penelitian tersebut, ditemukan bahwa didalam koloni yang bermula 30-an anggota, maka terdapat 60% dari semut pekerja yang beristirahat. Sedangkan untuk koloni yang lebih besar, yaitu koloni yang mencapai 300-an anggota, maka jumlah pekerja yang beristirahat pun meningkat, yaitu 80% dari total anggota.

Dalam penelitian tersebut menemukan, dalam koloni yang besar, anggotanya cenderung ‘pekerja malas’, mereka tidak banyak bekerja dan tidak mengkonsumsi banyak energi. Semua itu bukan tanpa alasan, tidak mengkonsumsi energi artinya semut-semut melakukan penghematan sumberdaya untuk koloninya dan hal inilah yang membuat koloni menjadi lebih produktif.

Riset Talkers, pengetahuan ini diharapkan bisa dijadikan insight yang bernilai bagi kehidupan sosial manusia agar dapat lebih produktif dan efektif dalam konsumsi sumber daya. Seperti koloni semut, manusia hidup berdampingan bersama didalam grup, berkolaborasi dalam kehidupan bermasyarakat. Bukan tidak mungkin, perilaku ini diterapkan dikehidupan sosial manusia untuk memaksimalkan kehidupan  dalam konteks efisiensi sumber daya.

Referensi:

  1. https://phys.org/
  2. http://news.mst.edu/2017/01/st-researchers-suggest-ants-need-work-life-balance-to-survive/
  3. https://flyingdutcman.files.wordpress.com

TOEFL Tips: Melejitkan TOEFL iBT Score pada Reading Section

Tips meningkatkan kemampuan Reading section pada tes TOEFL

Apakah Riset Talkers sedang mempersiapkan untuk studi lanjut keluar negeri? Atau Riset Talkers sedang berusaha keras untuk dapat lulus dari kampus tercinta tapi terkendala dengan nilai TOEFL yang masih dibawah standard? Minggu lalu Riset Talk memberikan sumber-sumber belajar online TOEFL. Minggu ini kami akan membuat artikel serial tentang tips-tips untuk meningkatkan nilai TOEFL kamu sekalian. Pada artikel pertama inia yang akan dibahas adalah tips untuk mengasah reading skill, khususnya dalam persiapan ujian TOEFL.

Pada dasarnya, semua US News and Magazine adalah sumber daya yang bagus buat belajar TOEFL. Namun, perlu diingat bahwa TOEFL adalah tes bahasa inggris yang ditujukan untuk akademik, sehingga kita harus lebih selektif dalam memilih sumber daya yang kita gunakan untuk belajar dalam persiapan TOEFL. Yuk kita bahas satu per satu sumber daya yang bisa kita gunakan.

Pertama adalah Magoosh TOEFL FlashCard. Flashcard ini dibuat sedemikian rupa oleh Magoosh, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang edukasi khususnya tes masuk perguruan tinggi seperti TOEFL, GRE, SAT, dan lain sebagainya. Aplikasi Flashcard yang bisa dijalankan via web browser dan android ini sangat bagus jika digunakan sebagai fun learning harian.  Berikut tampilannya:

Magoosh flashcard versi web
Flashcard yang berisi definisi dan contoh penggunaan kata

Keunggulan lain dari Flashcard ini yaitu tampilannya yang elegant dan simple. Sebagai contoh, ketika sebuah vocabulary di klik maka akan muncul definisi beserta dengan contoh penggunaan kata didalam kalimat. Sehingga, selain mengetahui definisi dari sebuah kata, kita pun dapat melihat contoh penggunaan kata tersebut didalam kalimat. Cukup mudah bukan?

Kedua, US credible news. Riset Talkers, ternyata flashcard masih belum cukup untuk memperoleh nilai TOEFL yang bagus. Riset Takers harus terbiasa dengan konteks kalimat dan menangkap ide dari bacaan yang cukup panjang. Sebagai gambaran, untuk TOEFL iBT, Reading Passage  atau materi bacaannya berjumlah kurang lebih 700 kata. Dengan bacaan yang cukup panjang tersebut, kita harus dapat menangkap main idea dari masing-masing paragraf dan biasanya pertanyaannya adalah jenis pertanyaan yang tersirat, atau memilih makna yang tersembunyi. Situs-situs berita yang direkomendasikan yaitu New York Times, The Economist, The Atlantic Monthly, The New Yorker. Buat Riset Talkers yang memiliki keterbatasan dalam vocabulary, tantangan terbesar membaca situs-situs berita tersebuat adalah seringnya menemukan kata-kata sulit, sehingga kamus adalah sahabat terbaik ketika membaca berita-berita tersebut. Sebagai alternatif, Riset Talkers bisa menggunakan add-ons kamus seperti grammarly.com.  sekaligus menjadi tips ketiga pada artikel ini.

Tips ketiga adalah grammarly. Untuk Riset Talkers yang biasa menggunakan google chrome, bisa download add-on grammarly disini atau untuk Mozilla Firefox dapat di download di sini. Add-on ini extremely useful saat kita sedang browsing dan mengalami kesulitan dalam memahami suatu kata. Riset Talkers tinggal block kata sulit tersebut, maka secara otomatis akan muncul definisi atau sinomimnya. Gampang kan!.

Gak cuma itu, ketika kita sedang menulis via browser, seperti menulis blog, posting facebook, twitter dan lain sebagainya, applikasi add-on ini juga membantu kita mengoreksi struktur kata atau grammar tulisan kita tersebut. Hebat kan?

 

Tips terakhir untuk Riset Talkers semua adalah konsisten. Pribahasa mengatakan

Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit

Lakukan latihan secara konsisten, pasang target belajar harian dan jangan berhenti sebelum berhasil mendapatkan nilai TOEFL terbaik. Semua tips diatas tidak akan berpengaruh apa-apa jika Riset Talkers latihan hanya giat di awal dan menghilang kemudian. Lakukan latihan secara konsisten, meskipun hanya 30 menit per hari. Yakin dan konsisten lah. Tunggu tips TOEFL selanjutnya minggu depan ya! Semoga bermanfaat dan semoga sukses!

MIT Research: Aplikasi Penghitung Karbon Kendaraan sebagai alat untuk memerangi global warming

Karbon yang diproduksi masyarakat jakarta ( photo diambil dari spinoff.com)

Tidak dapat dipungkiri, bumi kini semakin memanas. Perubahan cuaca (Climate Change) itu nyata terjadi. Banyak faktor yang menandai perubahan cuaca saat ini, seperti mencairnya es di Kutub Utara, semakin tingginya temperatur udara, perubahan periode iklim dan masih banyak lainnya.

Riset Talkers, banyak peneliti yang mengatakan bahwa perubahan cuaca ini diakibatkan oleh kerusakan bumi seperti pemangkasan hutan dan lahan hijau sebagai bahan industri dan perumahanan-perumahan masyarakat, eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali, kebakaran hutan, serta produksi karbon dari kendaraan-kendaraan berbahan bakar fosil.

Baru-baru ini MIT research membuat suatu aplikasi yang disebut dengan CarbonCounter. Aplikasi online ini menyediakan informasi gas karbon yang dihasilkan dari berbagai jenis kendaraan yang dijual pada saat ini. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi orang-orang yang ingin membeli kendaraan baru agar dapat memilih kendaraan yang low carbon. Meskipun aplikasi ini tidak dapat sepenuhnya mengatasi permaslahan perubahan cuaca, namun diharapkan dengan adanya aplikasi ini dapat meminimalisir produksi karbon di dunia. Ingin tahu lebih detail mengenai aplikasi ini? Silakan Riset Talkers kunjungi video berikut ini:

 

Sumber:

  1. https://www.youtube.com/watch?v=Dh0FzB6Jvo8