Pentingnya Ergonomi Dalam Bekerja, Waspada Musculoskeletal Disorders (MSDs)

Riset Talkers, pada dasarnya pekerjaan dibagi menjadi dua yaitu Pekerjaan fisik dan administrasi atau perkantoran. Seperti namanya, pekerjaan fisik lebih banyak melibatkan motorik, sedangkan pekerjaan kantoran lebih didominasi oleh kemampuan otak atau berfikir. Riset Talkers, jika dicermati pada pekerjaan lapangan seperti proyek pembangunan gedung, pembangunan jalan, pekerjaan pabrik, dan sebagainya, banyak dipasang baliho/ notice yang mencanangkan akan kewaspadaan terhadap keselamatan kerja. Kira-kira apa ya fungsinya?

Notice – Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Yap, keselamatan kerja atau yang dalam istilahnya disingkat K3 – Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek – merupakah hal yang sangat diperhatikan. Kenapa demikian? Diharapkan dengan memperhatikan keselamatan kerja, maka dapat menekan potensi kerugian personal ataupun institusi yang bersifat material, fisik maupun finansial yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja. Pentingnya K3 diharapkan dapat mengurangi resiko kecelakaan, bahkan banyak perusahaan yang sudah mencanangkan “zero accident” untuk menjadi salah satu ukuran keberhasilan dalam proses bisnisnya seperti PT.PJB, PT.Pertamina, Toyota, dan perusahaan-perusahan lainnya.

Bentuk antisipasi yang dilakukan dalam memperhatikan keselamatan kerja ini, biasanya dapat kita temui dengan penerapan berbagai macam prosedur kerja termasuk didalamnya dengan penggunaan Alat Pelindung Diri yang biasa disingkat APD. APD merupakan kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya. Berikut adalah contoh APD.

Contoh Alat Pelindung Diri

Tapi sayangnya, sebagian pekerja lebih suka tidak menggunakan APD meskipun sudah mengetahui konsekuensinya. Banyak yang beranggapan “lebih ribet” bekerja dengan pelindung atau karena sudah terbiasa bekerja tanpa pelindung. Ini saya temui sendiri saat kerja praktek pada salah satu Perusahaan Milik Negara dan pada beberapa proyek pembangunan disekitar seperti ini:

Bekerja tanpa pelindung diri pada ketinggian tertentu

Well, begitulah realita yang ada pada pekerja lapangan. Lalu bagaimana dengan pekerja kantoran? Apakah tidak ada bahaya yang mengancam? Apakah mereka juga perlu menggunakan helmet, gloves, ear plus, dan lain sebagainya saat bekerja?. Oke, APD adalah perangkat untuk menjaga kesalamatan kerja dan itu tergantung kondisinya. Sehingga, bagaimana keselamatan kerja untuk pekerja kantoran? Mari kita lihat pula kondisinya.

Saya adalah salah satu pekerja kantoran, sebagian besar pekerja kantoran akan lebih sering duduk – menghadap komputer. Studi kasus misal bekerja dari pukul 08.00 sampai dengan 17.00 dengan waktu istirahat 1 – 1,5 jam, sehingga kurang lebih pekerja kantoran bekerja selama 7,5 sampai dengan 8 jam dalam sehari. Dengan waktu allowance sekitar 30 sampai 60 menit, maka waktu yang dihabiskan untuk bekerja + 6,5 sampai dengan 7 jam. Seringnya, tidak sadar karena saking getolnya dengan isi laptop masing-masing, akhirnya para pekerja ini duduk berlama-lama dikursinya dengan posisi yang sama. But wait, apakah ada yang salah dengan itu?

Mari kita berkenalan dengan istilah “Musculoskeletal disorders (MSDs)” – MSDs adalah cedera dan gangguan yang mempengaruhi gerakan atau musculoskeletal sistem tubuh manusia seperti otot, tendon, ligament, saraf, pembuluh darah dan lain sebagainya. Adapun tanda dan gejalanya adalah adanya Nyeri Punggung Bawah (NPB), nah mungkin sebagian dari kita pernah atau bahkan pernah mengalaminya. Kebiasaan-kebiasaan seperti bekerja dalam posisi duduk terus menerus selama beberapa jam merupakan salah satu penyebab yang utama. Pada penelitian yang dilakukan oleh Samara.D, Basuki.B, dan Jannis.J pada pekerja di Pabrik X pada lini pembuatan kaset video menemukan bahwa pekerja yang duduk statis selama 91-300 menit mempunyai risiko timbulnya NPB 2,35 kali lebih besar bila dibandingkan dengan pekerja yang duduk statis 5-90 menit.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Ya-Ju Chang, et.al menjelaskan bahwa pekerjaan yang mengakibatkan gangguan musculoskeletal (MSDs) yang mendominasi timbulnya penyakit akibat bekerja, sering diabaikan karena efek yang diakibatkan tidak terjadi segera. Padahal MSDs dapat meningkatkan tingkat absensi, biaya kompensasi dan juga mengurangi produktivitas pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ergonomi mendukung kesejahteraan pekerja dengan mengontrol MSDs dan memperbaiki lingkungan kerja. Sejalan dengan itu, kinerja perusahaan akan meningkat ketika produktivitas dan kualitas juga meningkat. Hasil analisa biaya dan manfaat secara jelas mengindikasikan pengaruh penerapan ergonomi memberikan manfaat pada aspek ekonomi. Penerapan ergonomi berkontribusi baik pada aspek ekonomi dan sosial secara berkelanjutan. Penerapan ergonomi dapat memberikan kontribusi yang positif dalam mengurangi MSDs, meningkatkan kesejahteraan pekerja, meningkatkan produktifitas dan juga kualitas dalam bekerja.

Adapun hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi NBP itu misalnya pengaturan posisi yang baik, memperhatikan tinggi meja atau kursi dibanding postur tubuh dan juga relaksasi. Well, Riset Talkers. Stay strong, stay healthy!

Sumber:

  1. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2212827116000792
  2. http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2011/02/Diana(1).pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *