Monthly Archives: February 2017

Pentingnya Ergonomi Dalam Bekerja, Waspada Musculoskeletal Disorders (MSDs)

Riset Talkers, pada dasarnya pekerjaan dibagi menjadi dua yaitu Pekerjaan fisik dan administrasi atau perkantoran. Seperti namanya, pekerjaan fisik lebih banyak melibatkan motorik, sedangkan pekerjaan kantoran lebih didominasi oleh kemampuan otak atau berfikir. Riset Talkers, jika dicermati pada pekerjaan lapangan seperti proyek pembangunan gedung, pembangunan jalan, pekerjaan pabrik, dan sebagainya, banyak dipasang baliho/ notice yang mencanangkan akan kewaspadaan terhadap keselamatan kerja. Kira-kira apa ya fungsinya?

Notice – Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Yap, keselamatan kerja atau yang dalam istilahnya disingkat K3 – Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek – merupakah hal yang sangat diperhatikan. Kenapa demikian? Continue reading Pentingnya Ergonomi Dalam Bekerja, Waspada Musculoskeletal Disorders (MSDs)

INFO: 4 minggu internship di KAUST Photonics Summer Camp 2017

Kaust Photonics Summer Camp
Kaust – Photonics Summer Camp

Kesempatan berharga bagi Riset Talkers yang tertarik di bidang photonics. Tapi sebelum penjelasan lebih lanjut tentang camp ini, apakah Riset Talkers sudah tau, apa yang dimaksud dengan bidang Photonics? Yuk kita bahas sedikit mengenai topik ini.

Photonic diambil dari bahasa yunani photo yang artinya cahaya atau light. Istilah yang mulai populer di tahun 1960an ini, digunakan untuk riset area yang bertujuan untuk menggunakan fungsi cahaya atau light dalam pengembangan elektronik seperti telekomunikasi, pemproses informasi dan lain sebagainya. Ruang lingkup hasil pengembangannya yang aplikatif seperti laser, laser diode, dan fiber optic.  Bagaimana? sudah ada bayangan apa yang dilakukan?

Kembali ke informasi KAUST Photonics Summer Camp 2017.  Camp ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli sampai dengan 10 Agustus 2017. Berikut area yang dicover dalam camp ini:

  • Semiconductors fundamentals for photonics
    • Advanced high temperature equipment for photonics devices
    • Highly absorptive nanostructure
    • Fundamental semiconductor studies
  • Optoelectronics science and technology
    • Deep-ultraviolet semiconductor laser
    • Novel optoelectronic device research
    • Semiconductor laser for energy efficient lighting
    • Novel high-performance nanowires LEDs and lasers
    • Solar-hydrogen generation using semiconductor nanostructures.
  • Emerging optics in complex materials
    • Advanced nanomaterials for structural colors
    • Unbreakable cryptography with fingerprints integrated optical chips
    • “Brain” inspired metamaterials for atomic scale displays
    • Nanostructures for energy harvesting and photocatalysis
    • Invisible nanolasers for on-chip ultrafast pulse generation
  • Photonics communication science and technology
    • Free space optical communication systems
    • Li-Fi systems & networks
    • Ultra-violet communication systems
    • Visible light communications
    • High bitrate underwater communications

KAUST akan menanggung seluruh biaya yang dikeluarkan plus akomodasi dan uang saku selama program. Oia, jangan takut jika Riset Talkers tidak bisa berbahasa arab, karena dalam program ini, segala aktivitasnya menggunakan Bahasa Inggris.

Program ini diperuntukkan untuk:

  1. Mahasiswa aktif tingkat Sarjana ataupun Master jurusan Elektro, Fisika, Material dan engineering.
  2. IPK minimal 3.40 skala 4.00
  3. Memiliki kemampuan berbahasa inggris aktif baik dalah berbicara ataupun menulis.

Ayo tunggu apa lagi? Segera daftarkan Riset Talkers dalam program ini lewat link di bawah ini:

KAUST – Photonics Summer Camp

Referensi:

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Photonics

 

TOEFL TIPS: Melejitkan TOEFL iBT Score pada Writing Section

Bagaimana meningkatkan kemampuan Writing untuk TOEFL tes?

Riset Talkers, setelah sebelumnya kita membahas melejitkan TOEFL Score pada Reading, Listening, dan Speaking,  pada posting kali ini kita akan membahas skill writing.

Ada kata-kata bijak mengatakan:

orang yang bisa membaca belum tentu  bisa menulis, tapi orang yang bisa menulis sudah pasti bisa membaca. – Anonymous

Sekarang pertanyaanya adalah, seberapa terampilkah Riset Talkers dalam menulis dalam bahasa Inggris?. Kemampuan menulis tidak dapat datang secara tiba-tiba. Kemampuan menulis memerlukan jam terbang yang tinggi. Atau dengan kata lain, tidak ada jalan pintas untuk memiliki nilai yang bagus dalam menulis (Khususnya TOEFL), kecuali dengan mempraktikannya setiap hari.

Tips ini terlihat sangat simple dan sepele, namun sangat powerful jika Riset Talkers bisa mempraktekkannya secara konsisten. Maka sudah pasti kemampuan menulis dalam bahasa Inggris Riset Talkers anak meningkat. Tapi WAIT…  menulispun ngak asal tulis ya, tapi ada teknik nya lho. Berikut beberapa tips dari risettalk yang bisa Riset Talkers implementasikan saat akan menghadapai tes TOEFL, khususnya TOEFL iBT.

Tips yang pertama adalah Kenali Jenis Soal dan objektif dari soal. Seperti perkuliahan di kampus, setiap ujian memiliki kisi-kisi dan objektif dalam pelaksanaannya. Tidak mungkin ujian dilakukan tanpa ada tujuan pengujiannya. Begitu juga dengan tes TOEFL, semua soal yang di ujikan memiliki indikasi-indikasi objektif yang akan dinilai. Lebih dari sekedar objektifitas, soal-soal dites TOEFL juga telah dilakukan pengujian terlebih dahulu terhadap test taker sebelumnya., terutama untuk reading section dan listening section.

Riset Talkers,  TOEFL iBT Writing mengharuskan test taker bisa menjelaskan suatu gagasan atau ide secara kronologis dan terstruktur. Biasakan menulis dengan Pembuka, body dan penutup atau kesimpulan.

Riset Talkers, struktur penulisan ide sangat penting untuk bagian Independent Writing.  Berikut salah satu contoh pertanyaan dalam soal independent writing.

“Do you agree or disagree with the following statement?
Parents are the best teachers. Use specific reasons and examples to support your answer.”

Jika Riset Talkers perhatikan dengan seksama, pertanyaan tersebut tidak mengharapkan justifikasi benar atau salah, tapi lebih mengedepankan bagaimana test taker menyampaikan pendapat atau ide dalam bentuk tulisan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah penggunaan grammar dengan tepat dan akurat. Native Speaker tidak dapat memahami tulisan yang dibuat jika tidak menggunakan grammar dengan tepat. Karena bahasa Indonesia tidak membedakan kronologi waktu dapam suatu kalimat, maka inilah yang menjadi PR test taker dari Indonesia dan faktanya Grammar lah yang menjadi permasalah kebanyakan orang Indonesia dalam berlajar bahasa Inggris.

Biasakan menulis dalam bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari
Tips kedua adalah dengan biasa menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai hal, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, jika Riset Talkers suka menulis blog, maka mulailah dengan menggunakan bahasa Inggris dalam membuat posting. Atau jika Riset Talkers lebih suka menulis diary, tips tersebut diatas juga bisa diimplementasikan.

Jika Riset Talkers punya hobi menonton, riset talkers bisa memilih salah satu topik yang Riset Talkers di Ted Talks, atau . Kemudian setelah selesai menonton, coba review video dalam bentuk tulisan. Cara lain yang bisa dilakukan, yaitu dengan mendownload verbatim dari beberapa film di eslnotes, kemudian tonton videonya. Dengan kedua cara ini, Riset Talkers bisa mengasah kemampuan writing, sekaligus listening dan comprehension!. Menarik bukan!

Tips terakhir adalah dengan Mencari reviewer yang mengerti bahasa Inggris untuk memberikan feedback terhadap tulisan kita. Sifat dasar manusia adalah merasa apa yang dibuatnya adalah yang terbaik. Dengan adanya reviewer terhadap tulisan kita, bisa jadi kawan kita tersebut akan menukan kesalahan-kesalah yang kita tidak sadari sebelumnya. Atau reviewer juga dapat memberikan koreksi terhadap gramatikal, struktur penulisan dan lain sebagainya.

Kesulitan mencari reviewer? Riset Talkers bisa menggunakan layanan italki untuk mencari tutor yang diinginkan. Bahkan Riset Talkers bisa meminta review native speaker, hal ini tergantung dari kondisi dompet juga pastinya. Karena umumnya native speaker memasang harga yang lebih tinggi dari pada non-native speaker.

Sekian dulu tips untuk writing skill nya, sampai ketemu di tips selanjutnya.

 

Referensi:

  1. https://magoosh.com/toefl/2014/toefl-writing-topics/
  2. https://www.ets.org/Media/Tests/TOEFL/pdf/Writing_Rubrics.pdf
  3. http://www.eslnotes.com/synopses.html
  4. ted.com
  5. italki.com