Riset mengatakan bahwa konsumsi cabai dapat meningkatkan probabilitas panjang umur

Cabai Merah Pedas(Hot Red Chili Peppers)

Riset Talkers, belakangan ini harga cabai meroket hingga diatas 100k rupiah per-kilo. Bisa jadi spekulan cabai telah membaca riset tentang asosiasi konsumsi cabai dan kemungkinan kematian yang baru saja di publish awal Januari 2017.

Penelitian yang dilakukan oleh Mustafa Chofan dengan supervisor Professor Benjamin Littenberg dari university vermont college of medicine, USA dan diterbitkan pada Jurnal PLOS one, mencoba untuk menggali kaitan antara konsumsi cabai pedas merah – Hot Red Chili Papers dengan probabilitas kematian –Mortality pada seseorang. 

Riset ini terbilang anti-mainstream karena, publikasi-publikasi lain dalam rumpun keilmuan ini selalu berkesimpulan bahwa konsumsi cabai adalah salah satu penyebab kematian. Hanya satu penelitian yang diterbitkan di china berjudul Consumption of spicy foods and total cause specific mortality: population based cohort study  yang dilakukan oleh Jun Lv yang diterbitkan pada jurnal BMJ pada tahun 2015.

Riset yang dilakukan terhadap 16.000 warga Amerika yang berumur sampai dengan 23 tahun. Data yang diperoleh dari National Health and Nutritional Examination Survey (NHANES) III ini kemudian diklasifikasikan dengan karakter dasar adalah konsumen cabai merah pedas. Dari data tersebut, kemudian ditemukan bahwa karakteristik konsumen dari cabai merah pedas adalah Muda, laki-laki, putih, keturunan mexican-american, sudah menikah, perokok, peminum alkohol, mengkonsumsi lebih banyak sayuran dan daging, memiliki HDL rendah-kolesterol, berpenghasilan rendah dan berpendidikan rendah. Semua karakteristik tersebut adalah komparasi dari orang-orang yang tidak mengkonsumsi cabai merah pedas.

Penulis menjelaskan “Meskipun mekanisme cabai dapat mencegah peluang kematian –Mortality masih belum dapat di pastikan, Channel Transient Receptor Potential (TRP), yang berfungsi sebagai receptor –Molekul yang menerima sinya kimia dari luar sell- memiliki keterikatan dengan capsaicin -component utama pada cabai-. Sehingga bagian ini lah perlu diteliti lebih dalam”.

Jurnal ini berkesimpulan bahwa konsumsi cabai merah pedas dapat menurunkan probabilitas kematian –mortality hingga 13 persen. Penasaran ingin tau lebih dalam mengenai teknis penelitian ini dilakukan? Silakan baca lebih detail pada jurnal medikal ini.

Sumber:

  1. https://www.sciencedaily.com/releases/2017/01/170113133047.htm
  2. http://www.bmj.com/content/bmj/351/bmj.h3942.full.pdf
  3. https://www.cdc.gov/nchs/nhanes/
  4. http://journals.plos.org/plosone/article/metrics?id=10.1371/journal.pone.0169876
  5. https://www.sciencedaily.com/releases/2017/01/170113133047.htm
  6. http://www.newswise.com/articles/study-finds-association-between-eating-hot-peppers-and-decreased-mortality
  7. http://distanak.pandeglangkab.go.id
Author Image

About Agung Laksono

Agung Laksono adalah Researcher Remote Worker (RRW) di salah satu kampus di Indonesia dengan fokus di systems area. Selain itu Agung juga passionate di bidang programming, bisnis, dan berharap bisa traveling around the world.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *