Monthly Archives: December 2016

MIT Research: Otot Tiruan Berbahan Nilon Sebagai Solusi yang Ekonomis dan Simpel

Halo Riset Talkers, pada kesempatan kali ini kita akan melihat riset terbaru dari salah satu riset grup di MIT. Mungkin Semua sudah familiar dengan nilon. Yap, nilon adalah polimer sintetik yang diciptakan pertama kali oleh Wallace Carothers pada tahun 1935 di salah satu perusahaan material bernama DuPont, Amerika Serikat. Nilon dipilih karena sifat lentur namun kuat yang tersusun didalamnya. Umumnya, nilon biasa digunakan untuk bahan sikat gigi, tali, stocking dan bahan-bahan tekstil lainnya. Namun, ditangan salah satu grup riset di MIT ini, mereka berhasil memanfaatkan fleksibilitas nilon sebagai otot tiruan yang efektif dan efisien.

Selama ini, otot tiruan merupakan barang yang sangat mahal dan memiliki fungsionalitas yang terbatas. Namun dengan adanya penelitian terbaru ini, mereka mengatakan bahwa produk ini adalah solusi yang simpel dan ekonomis. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa dengan melakukan seleksi pada serat nilon dan memanaskannya pada suhu tertentu, maka dapat dihasilkan otot tiruan yang lentur, elastis dan dapat berkonstraksi.

Dalam video juga dijelaskan bahwa dengan pemanasan dibagian tertentu, maka serat nilon akan membentuk gerakan tertentu dan menghasilkan pola yang kompleks sehingga memiliki elastisitas yang cukup baik. Mereka berharap bahwa terobosan baru ini dapat terus dikembangkan dan bermanfaat bagi perkembangan teknologi terkini, khususnya pada bidang biomedikal, robotik dan medis.

Jarvis – Artificial intelligent kontrol rumah Mark Zuckerberg

Jarvis - kecerdasan buatan asisten rumah Mark Zuckerberg
Jarvis – kecerdasan buatan asisten rumah Mark Zuckerberg

Tentunya kalian semua familiar dengan Jarvis, yap, Jarvis adalah robot kecerdasan buatan yang ada di film Iron Man. Tony Stark, pemeran utama dalam film Iron man ini berkomunikasi dengan Jarvis layaknya seorang asisten dalam berbagai kondisi dan situasi. Taukah kamu kalau Mark Zuckerberg berhasil menciptakan Jarvis untuk mengontrol semua aktifitas rumahnya? Jarvis ala Mark Zuckerberg yang berhasil menjadi viral di facebook belakangan ini membuat banyak orang bertanya-tanya bagaimana ya cara membuat nya?

Riset talkers, Mark telah membagikan pengalamannya dalam eksperimen yang dilakukannya ini via akun facebook miliknya ini. Yuk kita bahas satu persatu. Mark menerapkan simple Artificial Intelegent (Kecerdasar buatan) pada beberapa perangkat dirumahnya seperti lampu, kontrol temperatur udara, peralatan dapur, musik, keamanan, kecerdasan pola kehidupan Mark, kegemarannya, kata-kata, bahkan menghibur Max, putri Mark.

Mark mengimplementasikan beberapa teknik kecerdasan buatan, Natural Language Processing(NLP), speech and face recognition pada pemrograman Python, PHP dan Objective C. Berikut penjelasan langkah-langkah yang dilakukan Mark Zuckerberg dalam membangun Jarvis di rumahnya: Continue reading Jarvis – Artificial intelligent kontrol rumah Mark Zuckerberg

KAUST: Universitas Berbasis Riset Kelas Dunia di Arab Saudi

Beasiswa - King Adullah University of Science and Technology
Beasiswa – King Adullah University of Science and Technology

Halo riset talkers, sudah pernah denger KAUST? Sekilas, orang sering salah sangka bahwa KAUST itu identik dengan Korea. KAUST adalah singkatan dari King Abdullah University of Science and Technology. Dari singkatan namanya, kita pasti sudah bisa menduga, bahwa kampus ini dibiayai oleh Raja.

Sebagian orang akan langsung alergi jika berbicara universitas berbasis teknologi yang berlokasi di timur tengah. Tau nggak sih kalo kampus ini tuh beda banget. Kampus ini layak sekali untuk kamu lirik sebagai salah satu opsi untuk melanjutkan kuliah.  Simak deh alasannya:

  1. World Class Professors
    Kalian pernah dengar nama Jean-Lou Chameau took? Beliau adalah former presiden dari California Institute Of Technology(Caltech) yang sekarang menjadi presiden di KAUST. Wow. Setelah 9 tahun menjadi presiden di Caltech, beliau rela untuk pindah ke KAUST. Professor yang lahir dari Francis dengan segudang pengalaman ini diyakini dapat menelurkan kampus riset kelas dunia yang tidak kalah dengan kampus-kampus top dunia. Selain itu, tenaga pengajar disana merupakan tenaga-tenaga professional kelas dunia dengan pengalaman riset yang luar biasa.
  2. World Class Research Projects
    Dengan tenaga pengajar yang luar biasa, sudah dapat dipastikan bahwa projek nya juga bukan sekedar projek mainan (Toys Project). Banyak projek-projek kolaborasi KAUST dengan kampus-kampus TOP dunia disana. Bisa lihat disini untuk jenis riset yang sesuai dengan bidang minatmu.
  3. Beasiswanya Wow
    Semua graduate student yang diterima di KAUST, secara otomatis akan mendapatkan beasiswa. Sesuai dengan interview yang pernah kami tanyakan pada mahasiswa KAUST asal Indonesia, kira-kira setiap mahasiswa bisa menabung 20 juta perbulan. Kapan lagi bisa studi diluar negeri dan nabung bekal nikah. yak kan?
  4. Fasilitas yang tidak kalah Wow
    Kampus yang terletak di tepi laut merah ini tidak kalah menariknya dengan liburan ke Bali. Fasilitas-fasilitas seperti olahraga air, playground, park, bahkan lapangan golf juga tersedia disana. Cek di sini kalo ga percaya.Selain itu, buat yang ber agama Islam, KAUST juga menyediakan bus khusus untuk ke Makkah setiap pekan, rombongan umroh dan haji dengan fasilitas khusus untuk semua KAUST akademia. Gimana tertarik?

Kalo riset talker tertarik untuk tau lebih dalam tentang KAUST, bisa dapat informasi lebih lengkap di komunitas pelajar Indonesia di KAUST. Deadline Admission untuk KAUST adalah tanggal 6 Januari untuk periode Fall. Segera deh daftar, sebelum terlambat.