Desain Antarmuka Aplikasi untuk Anak Autis (TaLNA)

Riset Talkers, Kamaruzaman, et al. melakukan penelitian dalam pengembangan desain antarmuka aplikasi untuk anak autis. Tapi, sebelum lebih jauh menjelaskannya, Riset Talkers tau ngak sih apa itu Autis?. Autisme adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas. Autisme merupakan gangguan perkembangan individu dan itu terjadi seumur hidup. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam penguasaan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas sehari-hari. Anak autis sering disebut sebagai “visual thinker” (Frauenberger et al., 2012). Sejumlah peneliti telah menemukan bahwa anak autis bereaksi lebih cepat melalui media visual daripada sensoris (Hayes et al.,2010;Mc Kone et al., 2010; Milley & Machalicek, 2012).

Metode digital mungkin tidak sepenuhnya menggantikan metode tradisional tapi dapat melengkapi metode eksisting dengan menyediakan kemudahan bagi pengguna. Dunia teknologi maju begitu pesat sehingga tidak hanya menjadi alat bantu yang diperlukan dalam kegiatan sehari-hari, namun penggunaannya dibuat lebih signifikan dengan membantu orang-orang dengan kebutuhan khusus.

Dalam melengkapi metode tradisional untuk mendukung proses pengajaran dan pembelajaran untuk anak autis, Kamaruzaman, et al. dalam penelitiannya memberikan rekomendasi penggunaan TaLNA (touchscreen-assistive learning numeracy apps). Aplikasi dibuat dalam “touchscreen mobile application”. Continue reading Desain Antarmuka Aplikasi untuk Anak Autis (TaLNA)

8 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Saat Merancang TV Experiences

Experience design pada televisi
Experience design pada televisi

Riset Talkers, Nielsen pada salah satu artikelnya menyatakan bahwa secara keseluruhan, konsumsi media di kota-kota baik di Jawa maupun Luar Jawa menunjukkan bahwa Televisi masih menjadi medium utama yang dikonsumsi masyarakat Indonesia (95%), disusul oleh Internet (33%), Radio (20%), Surat Kabar (12%), Tabloid (6%) dan Majalah (5%). Konsumsi media Televisi lebih tinggi di luar Jawa (97%), disusul oleh Radio (37%), Internet (32%), Koran (26%), Bioskop (11%), Tabloid (9%) dan Majalah (5%).

Dapat kita lihat bersama-sama bahwa sebagian besar hunian penduduk memiliki TV, bahkan ada yang memiliki lebih dari 1 TV dirumahnya. Menonton TV menjadi semacam rekreasi universal dan kegiatan mencari informasi. Meskipun demikian, dengan semua perkembangan teknologi pada dunia pertelevisian, masih sangat sedikit panduan bagi desainer, insinyur, inovator dalam menentukan proses terbaik ketika membangun dan merancang produk dan tampilan TV.

Mungkin kita hampir tidak pernah berfikir, bagaimana TV dan perangkat yang melengkapinya seperti remote control diciptakan seperti itu. Tetapi, Noor Ali-Hasan yang merupakan peneliti user experience pada tim android google dan Bianca Soto seorang peneliti user experience pada android TV di google, memberikan gambaran pada kita, mengenai hal-hal yang perlu dipertimbangkan saat merancang TV experience. Berikut adalah penjelasannya:

1. Menonton TV (masih) menjadi kegiatan utama

Seringnya desainer, insinyur, inovator fokus dalam pembuatan fitur baru yang menarik, tetapi melupakan kebutuhan utama pengguna saat melihat TV seperti pencarian saluran TV, pengaturan rekaman DVR, atau pencarian panduan program elektronik. Beberapa hal tsb kritikal dalam menciptakan TV experience yang baik. Sebaiknya dalam menciptakan fitur baru, desainer tidak mengabaikan kegiatan utama saat menggunakan TV, seperti pencarian dan melihat konten video.

2. TV adalah perangkat bersama

Dalam merancang TV experience yang baik kita harus mempertimbangkan bahwa TV disaksikan sekumpulan orang secara bersama-sama. Akan tetapi kita harus tetap memperhatikan bahwa sekelompok penonton tersebut merupakan sekumpulan individu yang memiliki keinginan masing-masing. Dengan mempertimbangkan bahwa desain TV harus mencakup kebutuhan multi-user dan single-user maka akan membuat TV experience yang baik dalam kelompok atau individu.

3. Remote control tradisional masih menjadi pilihan baik untuk mengendalikan TV

Remote control dengan desainnya yang memiliki banyak tombol membuat tidak praktis dan susah untuk digunakan. Meski dengan keterbatasan tsb, remote control adalah model interaksi yang baik untuk perangkat yang digunakan bersama.

4. Smartphone dan tablet remote control apps memberikan janji tetapi juga memiliki beberapa masalah yang belum terselesaikan

Smartphone dan tablet remote control apps dapat melebihi beberapa keterbatasan remote control tradisional. Bagi pengguna yang terbiasa menggunakan smartphone dan tablet akan sangat terbantu dengan penggunaan aplikasi tsb dalam mencari konten tertentu, bahkan lebih cepat dibanding menggunakan remote control tradisional. Tetapi model interaksi pada aplikasi tsb didesain untuk one to one, bukan one to many (device to user model). Hal ini menyebabkan adanya ketidakjelasan siapa yang mengontrol TV ketika ada pengguna yang banyak. Selain itu, aplikasi tsb tidak diperuntukkan bagi penonton yang tidak memiliki smartphone atau tablet.

5. Paradigma interaksi baru tidak selalu cocok untuk TV

Interaksi baru seperti gerak dan suara sangat inovatif tetapi tidak terlalu cocok digunakan untuk TV. Interaksi gerak dalam game menciptakan sebuah genre baru yang menyenangkan dan interaktif. Tetapi ketika digunakan untuk mengontrol TV akan terlalu melelahkan dan sulit bagi beberapa pengguna. Disisi lain, menggunakan suara untuk mengontrol TV akan lebih mudah dibanding menggunakan remote control tradisional tetapi bagi sebagian pengguna kemungkinan memiliki kecanggungan sosial dalam penggunaannya didepan teman atau keluarganya.

6. Perbedaan waktu dapat diakomodasi, tetapi banyak TV yang masih dilihat secara langsung

Apakah melalui layanan streaming, layanan permintaan atau rekaman DVR, banyak pengguna yang menonton TV pada jam yang dikehendaki. Tetapi meskipun demikian, masih banyak program TV yang dilihat saat siaran berlangsung. Nielsen memperkirakan bahwa hampir 90% TV ditonton secara langsung. Penggunaan TV secara langsung seperti mengubah saluran TV dan menggunakan panduan program elektronik cukup kritikal dalam keberhasilan penerapan produk TV yang interaktif.

7. TV itu sederhana (dalam cara yang baik)

TV adalah perangkat yang sudah melekat pada kehidupan masyarakat diseluruh dunia karena kemudahannya. TV adalah perangkat universal tanpa kendala bahasa, gender, usia atau pendidikan. Pengguna mengharapkan konten TV sudah tepat ketika dinyalakan dan TV experience tradisional memenuhi hal tsb dengan baik. Meskipun TV dihubungkan dengan internet, tidak seharusnya mekanisme TV dibuat seperti komputer atau smartphone dimana pengguna harus melakukan update secara berkala. Proses updating yang dilakukan didalam perangkat tanpa mengganggu pengguna adalah mekanisme yang paling baik.

8. TV dapat digunakan untuk menyendiri

Pengguna TV tidak selalu ingin membagi TV dengan teman atau keluarganya. Dengan memberikan mode pribadi bagi pengguna dalam menggunakan TV akan memberikan nilai lebih pada TV. Mode pribadi pada TV akan memberikan kendali bagi pengguna atas apa yang ingin dibagi atau tidak sehingga dapat membantu pengguna dalam menikmati TV tanpa batasan.

Sumber:

  1. https://static.googleusercontent.com/media/research.google.com/en//pubs/archive/43865.pdf
  2. http://www.nielsen.com/id/en/press-room/2014/nielsen-konsumsi-media-lebih-tinggi-di-luar-jawa.html

 

Pentingnya Ergonomi Dalam Bekerja, Waspada Musculoskeletal Disorders (MSDs)

Riset Talkers, pada dasarnya pekerjaan dibagi menjadi dua yaitu Pekerjaan fisik dan administrasi atau perkantoran. Seperti namanya, pekerjaan fisik lebih banyak melibatkan motorik, sedangkan pekerjaan kantoran lebih didominasi oleh kemampuan otak atau berfikir. Riset Talkers, jika dicermati pada pekerjaan lapangan seperti proyek pembangunan gedung, pembangunan jalan, pekerjaan pabrik, dan sebagainya, banyak dipasang baliho/ notice yang mencanangkan akan kewaspadaan terhadap keselamatan kerja. Kira-kira apa ya fungsinya?

Notice – Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Yap, keselamatan kerja atau yang dalam istilahnya disingkat K3 – Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek – merupakah hal yang sangat diperhatikan. Kenapa demikian? Continue reading Pentingnya Ergonomi Dalam Bekerja, Waspada Musculoskeletal Disorders (MSDs)

INFO: 4 minggu internship di KAUST Photonics Summer Camp 2017

Kaust Photonics Summer Camp
Kaust – Photonics Summer Camp

Kesempatan berharga bagi Riset Talkers yang tertarik di bidang photonics. Tapi sebelum penjelasan lebih lanjut tentang camp ini, apakah Riset Talkers sudah tau, apa yang dimaksud dengan bidang Photonics? Yuk kita bahas sedikit mengenai topik ini.

Photonic diambil dari bahasa yunani photo yang artinya cahaya atau light. Istilah yang mulai populer di tahun 1960an ini, digunakan untuk riset area yang bertujuan untuk menggunakan fungsi cahaya atau light dalam pengembangan elektronik seperti telekomunikasi, pemproses informasi dan lain sebagainya. Ruang lingkup hasil pengembangannya yang aplikatif seperti laser, laser diode, dan fiber optic.  Bagaimana? sudah ada bayangan apa yang dilakukan?

Kembali ke informasi KAUST Photonics Summer Camp 2017.  Camp ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli sampai dengan 10 Agustus 2017. Berikut area yang dicover dalam camp ini:

  • Semiconductors fundamentals for photonics
    • Advanced high temperature equipment for photonics devices
    • Highly absorptive nanostructure
    • Fundamental semiconductor studies
  • Optoelectronics science and technology
    • Deep-ultraviolet semiconductor laser
    • Novel optoelectronic device research
    • Semiconductor laser for energy efficient lighting
    • Novel high-performance nanowires LEDs and lasers
    • Solar-hydrogen generation using semiconductor nanostructures.
  • Emerging optics in complex materials
    • Advanced nanomaterials for structural colors
    • Unbreakable cryptography with fingerprints integrated optical chips
    • “Brain” inspired metamaterials for atomic scale displays
    • Nanostructures for energy harvesting and photocatalysis
    • Invisible nanolasers for on-chip ultrafast pulse generation
  • Photonics communication science and technology
    • Free space optical communication systems
    • Li-Fi systems & networks
    • Ultra-violet communication systems
    • Visible light communications
    • High bitrate underwater communications

KAUST akan menanggung seluruh biaya yang dikeluarkan plus akomodasi dan uang saku selama program. Oia, jangan takut jika Riset Talkers tidak bisa berbahasa arab, karena dalam program ini, segala aktivitasnya menggunakan Bahasa Inggris.

Program ini diperuntukkan untuk:

  1. Mahasiswa aktif tingkat Sarjana ataupun Master jurusan Elektro, Fisika, Material dan engineering.
  2. IPK minimal 3.40 skala 4.00
  3. Memiliki kemampuan berbahasa inggris aktif baik dalah berbicara ataupun menulis.

Ayo tunggu apa lagi? Segera daftarkan Riset Talkers dalam program ini lewat link di bawah ini:

KAUST – Photonics Summer Camp

Referensi:

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Photonics

 

TOEFL TIPS: Melejitkan TOEFL iBT Score pada Writing Section

Bagaimana meningkatkan kemampuan Writing untuk TOEFL tes?

Riset Talkers, setelah sebelumnya kita membahas melejitkan TOEFL Score pada Reading, Listening, dan Speaking,  pada posting kali ini kita akan membahas skill writing.

Ada kata-kata bijak mengatakan:

orang yang bisa membaca belum tentu  bisa menulis, tapi orang yang bisa menulis sudah pasti bisa membaca. – Anonymous

Sekarang pertanyaanya adalah, seberapa terampilkah Riset Talkers dalam menulis dalam bahasa Inggris?. Kemampuan menulis tidak dapat datang secara tiba-tiba. Kemampuan menulis memerlukan jam terbang yang tinggi. Atau dengan kata lain, tidak ada jalan pintas untuk memiliki nilai yang bagus dalam menulis (Khususnya TOEFL), kecuali dengan mempraktikannya setiap hari.

Tips ini terlihat sangat simple dan sepele, namun sangat powerful jika Riset Talkers bisa mempraktekkannya secara konsisten. Maka sudah pasti kemampuan menulis dalam bahasa Inggris Riset Talkers anak meningkat. Tapi WAIT…  menulispun ngak asal tulis ya, tapi ada teknik nya lho. Berikut beberapa tips dari risettalk yang bisa Riset Talkers implementasikan saat akan menghadapai tes TOEFL, khususnya TOEFL iBT.

Tips yang pertama adalah Kenali Jenis Soal dan objektif dari soal. Seperti perkuliahan di kampus, setiap ujian memiliki kisi-kisi dan objektif dalam pelaksanaannya. Tidak mungkin ujian dilakukan tanpa ada tujuan pengujiannya. Begitu juga dengan tes TOEFL, semua soal yang di ujikan memiliki indikasi-indikasi objektif yang akan dinilai. Lebih dari sekedar objektifitas, soal-soal dites TOEFL juga telah dilakukan pengujian terlebih dahulu terhadap test taker sebelumnya., terutama untuk reading section dan listening section.

Riset Talkers,  TOEFL iBT Writing mengharuskan test taker bisa menjelaskan suatu gagasan atau ide secara kronologis dan terstruktur. Biasakan menulis dengan Pembuka, body dan penutup atau kesimpulan.

Riset Talkers, struktur penulisan ide sangat penting untuk bagian Independent Writing.  Berikut salah satu contoh pertanyaan dalam soal independent writing.

“Do you agree or disagree with the following statement?
Parents are the best teachers. Use specific reasons and examples to support your answer.”

Jika Riset Talkers perhatikan dengan seksama, pertanyaan tersebut tidak mengharapkan justifikasi benar atau salah, tapi lebih mengedepankan bagaimana test taker menyampaikan pendapat atau ide dalam bentuk tulisan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah penggunaan grammar dengan tepat dan akurat. Native Speaker tidak dapat memahami tulisan yang dibuat jika tidak menggunakan grammar dengan tepat. Karena bahasa Indonesia tidak membedakan kronologi waktu dapam suatu kalimat, maka inilah yang menjadi PR test taker dari Indonesia dan faktanya Grammar lah yang menjadi permasalah kebanyakan orang Indonesia dalam berlajar bahasa Inggris.

Biasakan menulis dalam bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari
Tips kedua adalah dengan biasa menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai hal, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, jika Riset Talkers suka menulis blog, maka mulailah dengan menggunakan bahasa Inggris dalam membuat posting. Atau jika Riset Talkers lebih suka menulis diary, tips tersebut diatas juga bisa diimplementasikan.

Jika Riset Talkers punya hobi menonton, riset talkers bisa memilih salah satu topik yang Riset Talkers di Ted Talks, atau . Kemudian setelah selesai menonton, coba review video dalam bentuk tulisan. Cara lain yang bisa dilakukan, yaitu dengan mendownload verbatim dari beberapa film di eslnotes, kemudian tonton videonya. Dengan kedua cara ini, Riset Talkers bisa mengasah kemampuan writing, sekaligus listening dan comprehension!. Menarik bukan!

Tips terakhir adalah dengan Mencari reviewer yang mengerti bahasa Inggris untuk memberikan feedback terhadap tulisan kita. Sifat dasar manusia adalah merasa apa yang dibuatnya adalah yang terbaik. Dengan adanya reviewer terhadap tulisan kita, bisa jadi kawan kita tersebut akan menukan kesalahan-kesalah yang kita tidak sadari sebelumnya. Atau reviewer juga dapat memberikan koreksi terhadap gramatikal, struktur penulisan dan lain sebagainya.

Kesulitan mencari reviewer? Riset Talkers bisa menggunakan layanan italki untuk mencari tutor yang diinginkan. Bahkan Riset Talkers bisa meminta review native speaker, hal ini tergantung dari kondisi dompet juga pastinya. Karena umumnya native speaker memasang harga yang lebih tinggi dari pada non-native speaker.

Sekian dulu tips untuk writing skill nya, sampai ketemu di tips selanjutnya.

 

Referensi:

  1. https://magoosh.com/toefl/2014/toefl-writing-topics/
  2. https://www.ets.org/Media/Tests/TOEFL/pdf/Writing_Rubrics.pdf
  3. http://www.eslnotes.com/synopses.html
  4. ted.com
  5. italki.com

TOEFL TIPS: Melejitkan TOEFL iBT Score pada Speaking Section

Bagaimana meningkatkan kemampuan Speaking untuk TOEFL tes?

Setelah minggu lalu kami sajikan bagaimana cara melejitkan TOEFL iBT Score pada Reading dan Listening Section, maka pada kesempatan kali ini risettalk akan berbagi tips bagaimana melejitkan TOEFL iBT score pada Speaking Section.

Kebanyakan orang berfikir Speaking Section adalah bagian yang tersulit dalam tes TOEFL iBT, karena tidak biasaan orang Indonesia pada umumnya berbahasa Inggris. Jangan Khawatir, setelah membaca posting ini sampai tuntas, diharapkan Riset Talkers sudah punya gambaran bagaimana cara berlatih TOEFL iBT Speaking.

Tips yang pertama adalah dengan mengenali objektif dari ke-6 tipe soal TOEFL Speaking. Berikut adalah gambaran tipe dari soal TOEFL Speaking yang diambil dari Building Skill for TOEFL iBT.

Dengan memahami setiap bagian dari pertanyaan-pertanyaan di speaking sesion di TOEFL iBT, maka Riset Talkers akan lebih siap menghadapi tes.

Tips yang kedua adalah memcoba menjawab pertanyaan-pertanyaan soal latihan TOEFL iBT, merekamnya dan mereviewnya. Gunakan ke 5 online resources untuk TOEFL iBT untuk mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang pernah digunakan didalam TOEFL iBT. Praktekan dengan menjawab pertanyaannya dan janga lupa untuk direkam. Awalnya akan terasa ackward tapi jangan menyerah! Lakukan terus dan ulangi sampai:
(1) Struktur kalimat yang keluar ketika berbicara sudah dalam struktur yang baik,
(2) Pace (Tingkat kecepatan berbicara) dan sounds natural (berbicara layaknya native speaker) ,
(3) Grammatikal sudah sesuai dengan konteks percakapan,
(4) Menjawab Pertanyaan.

Ini nyata, meskipun Riset Talkers jago grammar, sering kali saat mencoba untuk menjawab pertanyaan, seakan semua gramatikal hilang dan arah pembicaraan melebar dan bahkan tidak menjawab pertanyaan. Riset Talkers bisa menggunakan online-voice-recorder untuk merekam jawaban saat latihan soal TOEFL iBT speaking.

Practices make perfect! Jika Riset Talkers punya pertanyaan sekitar TOEFL iBT, bisa langsung di tanyakan di kolom komentar dibawah ya. Jangan lupa untuk lihat juga tips melejitkan TOEFL iBT score pada Writing Section di Jumat depan. Happy weekend!

Belajar dasar kecerdasan buatan dari Facebook Engineer

Ilustrasi Facebook dengan seluruh artificial Intelligent yang ada dibelakangnya

Riset Talkers,  Siapa yang tidak kenal Facebook? Perusahaan raksasa yang didirikan oleh anak muda bernama Mark zuckerberg pada tahun 4 Febuari 2004 ini ternyata bukan hanya sekedar sosial media lho, tapi lebih dari itu. Perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 15 ribu orang ini, ternyata juga melakukan eksperimen-eksperimen kecerdasan buatan.

Continue reading Belajar dasar kecerdasan buatan dari Facebook Engineer

TOEFL TIPS: Melejitkan TOEFL iBT Score pada Listening Section

Bagaimana meningkatkan kemampuan Listening untuk TOEFL tes?
Bagaimana meningkatkan kemampuan Listening untuk TOEFL tes?

Riset Talkers, setelah minggu lalu kita membahas tentang melejitkan TOEFL score pada Reading Section. Minggu ini kita akan membahas bagaimana menggali skill “Listening” TOEFL.

Seperti pada pembahasan minggu lalu, bahwa skill yang dibutuhkan untuk TOEFL bukan hanya sekedar kemampuan berbahasa Inggris. TOEFL dimaksudkan untuk mengetes kemampuan seseorang terhadap kemampuan bahasa Inggris dalam Akademik. Berikut beberapa tips untuk meningkatkan skill Listening TOEFL.

  1. Kartun Disney
    Tips pertama ini kelihatanya konyol, tapi sebenarnya bagian ini adalah yang paling mengasikkan. Riset Talkers mungkin masih ingat saat masa kecil dulu ada kartun yang berjudul Bugs Bunny, kelinci pintar nan konyol yang selalu usil dan diusilkan. Coba Riset Talkers tonton lagi kartun tersebut di youtube atau di dailymotion. Atau sebagai alternatif juga bisa the Simpsons and Friend di youtube atau di dailymotion. Selain belajar bahasa Inggris, Riset Talkers pun bisa mendapat hiburan plus mengenang masa kecil dulu.
  2. Vlogs
    Vlogs adalah suatu terminologi yang mengarah pada Video Blog. Vlogs merupakan salah satu video yang sangat terkenal di youtube. Umumnya, Vlogs berisikan kehidupan sehari-hari, opini dan/atau komentar dari pembuat video.
    Meskipun terlihat janggal bagi non-native English, nyatanya blog ini sangat populer dan diikuti oleh jutaan orang. Namun pastinya, dengan adanya Vlogs, kita bisa gunakan sebagai media listening kita sehari-hari.
    Selain sebagai bahan listening, kita juga bisa menggunakan Vlogs sebagai bahan pembelajaran budaya luar negeri, khususnya native english seperi US dan UK. Berikut adalah beberapa Vlogs channel yang cukup terkenal. Ada CommunityChannel, adan Amazing Phil yang memiliki hampir 4 juta follower di channelnya, Todrickhall, Niki and Gabi dan masih banyak lagi channel menarik lainnya.
  3. Informatif Podcast
    Mungkin sebagian dari Riset Talkers sudah familiar dengan istilah Podcast. Poscast  adalah digital audio yang tersedia/disediakan diinternet. Umumnya podcast terdiri dari beberapa seri pembahasan suatu topik tertentu. Mendengarkan podcast merupakan suatu tantangan tersendiri karena pembicaraan menggambarkan natural speaking bahasa Inggris seperti intonasi, kecepatan dan tempo bicara.
    Coba deh untuk mendengarkan podcast yang sesuai dengan hobi atau kesukaan Riset Talkers, pasti nanti akan merasakan benefit nya dikemudian hari.
    Berikut beberapa podcast yang sangat familiar dan terkenal dikalangan masyarakat dunia seperti: BBC Podcast, NPR’s Podcast, The Cracked Podcast. Riset Talkers bisa temukan sendiri podcast sesuai dengan hobi kalian masing-masing. Sebagai contoh, Podcast yang berhubungan dengan musik bisa dengan mengetikkan podcast music di google.

Sekian Tips dari Risettalk kali ini terkait dengan listening skill untuk TOEFL. Silakan tunggu tips berikutnya terkait dengan Speaking Skill. 🙂

Penelitian di Jepang mengatakan bahwa Fingerprint dapat diduplikasi!

Photo fingerprint manusia

Riset Talkers, Teknologi informasi yang begitu cepat membuat berbagai macam kemudahan dalam kehidupan manusia, tidak terkecuali teknologi keamanan digital. Mulai dari absensi kantor, laptop, tablet, smartphone dan berbagai perangkat lainnya menggunakan sidik jari atau fingerprint. Alasan penggunaan teknologi ini cukup simpel yaitu keamanan. Banyak orang mengira fingerprint ini merupakan perangkat yang paling aman untuk menjaga privasi dan tidak bisa diduplikasi karena struktur jari manusia adalah unik. Namun pertanyaanya apakah fingerprint benar-benar aman?

Baru-baru ini, peneliti di Jepang yang tergabung dalam Japan’s National Institute of Informatics (NII)  menemukan bahwa fingerprint dapat diduplikasi. Kemajuan teknologi di bidang dibidang lensa/optik pada kamera digital yang melatar belakangi penelitian ini dilakukan.

Isao Echizen mengatakan bahwa percobaan yang dilakukan cukup mudah, para peneliti mengambil foto jari manusia dari jarak 3 meter dengan menggunakan kamera digital dan hasilnya fingerprint sudah tersedia. Echizen menambahkan bahwa data fingerprint dapat dibuat kembali dengan mudah dengan cara pengambilan gambar dengan pencahayaan yang kuat.

Teknologi terkini membuat fingerprint dapat dengan mudah diduplikasi. Terkait dengan hal tersebut NII juga membuat film transparan yang tebuat dari titanium oxide yang berfungsi sebagai pelindung fingerprint yang dipasangkan dijari sehingga fingerprint tidak mudah dicuri. Namun para peneliti mengatakan bahwa teknologi ini baru akan siap pada 2 tahun kedepan.

Referensi:  

  1. https://phys.org/news/2017-01-japan-fingerprint-theft-peace.html
  2. http://www.clipartkid.com

 

Riset mengatakan bahwa konsumsi cabai dapat meningkatkan probabilitas panjang umur

Cabai Merah Pedas(Hot Red Chili Peppers)

Riset Talkers, belakangan ini harga cabai meroket hingga diatas 100k rupiah per-kilo. Bisa jadi spekulan cabai telah membaca riset tentang asosiasi konsumsi cabai dan kemungkinan kematian yang baru saja di publish awal Januari 2017.

Penelitian yang dilakukan oleh Mustafa Chofan dengan supervisor Professor Benjamin Littenberg dari university vermont college of medicine, USA dan diterbitkan pada Jurnal PLOS one, mencoba untuk menggali kaitan antara konsumsi cabai pedas merah – Hot Red Chili Papers dengan probabilitas kematian –Mortality pada seseorang.  Continue reading Riset mengatakan bahwa konsumsi cabai dapat meningkatkan probabilitas panjang umur